Pizza Party ala EternalEnvy Tuai Kecaman Komunitas

Pizza Party ala EternalEnvy Raja E-Sport – Jacky “EternalEnvy” Mao kembali membuat drama. Keputusannya menendang dua rekan di tim barunya, Team Team, mendapat kecaman banyak pihak.

Envy diduga telah menyalahgunakan peraturan longgar yang Valve tetapkan menyoal perpindahan atau pergantian pemain selama Pro Circuit. Adapun Valve memang menyebut pergantian pemain bisa dilakukan secara bebas sebelum The International 9 dilaksanakan. Begitu pula poin hasil turnamen Pro Circuit yang akan tetap disertakan pada tim alih-alih milik pemain.

Pemain yang ‘kena tendang’ adalah pendatang baru di dunia profesional, yakni Nico “Gunnar” Lopez dan Jason “Newsham” Newsham. Keduanya punya histori malang-melintang sebagai pubstar dan streamer namun disukai penggemar karena permainannya yang aduhai.

Baca Juga : Bangkit di Hari Kedua, Aerowolf T1 Tembus 8 Besar FACEIT Global Summit 2019

Kabar pizza party ini menyeruak usai gugurnya Team Team dari ESL One Mumbai 2019. Kala itu, Team Team yang mendominasi babak grup seketika anjlok performanya saat sentuh playoff. Mereka tumbang dua kali oleh Mineski dan TNC Predator, alhasil mereka pun tereliminasi.

Pizza Party ala EternalEnvy

Terekam dalam video usai pertandingan, Envy tampak gusar dengan timnya setelah kekalahan itu. Kemudian postingan twitter dari Gunnar dan Newsham dengan kompak menuliskan “LFT” yang berarti looking for team. Unggahan tersebut kian mengindikasikan bahwa kedua daun muda tersebut memang benar sudah terdepak dari Team Team.

Menurut Newsham, penendangan mereka dari tim adalah keputusan Envy dan Brax. Sejarahnya, Envy pernah berurusan dengan Gunnar ketika bermain untuk tim Flying Penguins. Tim ini juga gagal total di turnamen Minor, dan akhirnya bubar. Gunnar kemudian bergabung Team Team pada bulan Februari hanya untuk disatukan lagi dengan Envy sebulan kemudian.

Tim ini sempat jadi idola baru penggemar DOTA 2 Amerika Utara karena keberhasilan mereka menembus MDL Disneyland Major. Namun perpecahan yang telah terjadi sekarang membuat Gunnar dan Newsham harus mengurungkan niatnya berangkat ke Paris. Ditambah keluarga dan kerabat mereka yang sudah mengatur jadwal termasuk tiket pesawat ke Paris guna menyaksikan mereka bertanding kini harus rela menghanguskan kesempatan itu.

Komunitas pun bereaksi dua arah. Ada yang menyatakan Envy, selaku pemain berpengalaman dan sudah punya reputasi melahirkan bakat besar seperti Arteezy, melakukan hal yang lazim karena Gunnar dan Newsham kurang punya material juara. Di sudut lain, banyak pula atlet DOTA 2 dan pengamat yang tak terima dengan keputusan Envy dan berharap Valve mengambil tindakan agar kejadian ini tidak terulang.

Baca Juga : Menyusul India, Nepal Juga Melarang Game PUBG
Pizza Party ala EternalEnvy

Leave a comment